10.04.2007

Apocalypto

Jika India dikenal sebagai penghasil manusia cerdas di bidang IT, maka Australia bisa dikatakan sebagai penghasil aktor dan aktris yang sangat cerdas. Bahkan mungkin bisa dikatakan jenius. Sebut saja Nicole Kidman dan Mel Gibson. Mengenai Mel Gibson, saya sangat terpukau akan kepiawaiannya menjadi sutradara sekaligus bermain dalam filmnya, Braveheart. Kepandaiannya mengolah cerita menjadi sesuatu yang sangat indah, dan menjadi kesatuan dengan latar belakang tema filmnya.

Hal yang sama agaknya diulangi dalam film Apocalypto. Pada film ini dia cukup menjadi sutradara, akan tetapi pemilihan karakter yang kuat dipadu setting memikat menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa pada film ini. Apalagi ditunjang dengan alur cerita yang mengalir, phew!!! brilliant sekali!!!

Saya benar-benar terhanyut akan kecerdasan Mel Gibson dan timnya. Betapa saya tidak mengira pada awalnya, bahwa kegiatan berburu yang dilakukan oleh sekelompok orang [yang menjadi tokoh utama film ini] menjadi penokohan sekaligus uraian yang tidak bertele-tele. Ya, kegiatan berburu ini memang diulang di akhir kisah. Hanya korbannya yang berbeda. Jika pada awal cerita babi hutan yang terperangkap oleh perangkap mereka, maka diakhir cerita ketua pemburu manusia yang menjadi korbannya. Alur cerita pada film ini benar-benar tersusun rapi.

Perburuan manusia untuk dijadikan budak dan tumbal pada dewa matahari, bagaimana terjadinya gerhana matahari menyelamatkan tokoh utama, sampai akhirnya lolos dari maut dan menyelamatkan keluarganya benar-benar diceritakan secara apik, mengalir dengan matang. Saya benar-benar merasakan apa yang ada di benak Mel Gibson dan timnya mengenai gambaran suku maya. Benar-benar sebuah karya yang luar biasa!!!

3 komentar:

koensetyawan mengatakan...

Ya. Setuju. Saya sudah nonton filmnya. Setting, kostum dan pemilihan bahasa aslinya, luar biasa. Kita seakan diajak kembali ke zaman sebelum kedatangan penjajah Spanyol. Saya sebenarnya iri juga dengan film ini. Seharusnya kita bisa bikin film yang kayak begini nih. Kan banyak tuh materinya tentang kebudayaan masa lalu yang menarik. Kenapa nggak bisa ya?

Oskar mengatakan...

Whew, kayaknya harus ikutan nonton film-nya. Dari dulu pengen nonton tapi ga sempet-sempet hehehe :-P

yudhiPapap mengatakan...

betul mas koen. sementara banyak aktifis film berbakat ya di negeri kita. tapi kok ndak memperdalam materi yang ada saja. beberapa usaha udah lumayan ya mas, kaya filmnya Denias. tapi sekali lagi bener banget, kalo diulik kisah masa lalu, ada ribuan ya yang bisa diangkat jadi film kolosal berkualitas. berbagai jaman ada lho ya kisah menarik. cerita pewayangan, kisah kerajaan, sampai perjuangan banyak sekali. dulu saya pernah lihat film mengenai jendral sudirman.masih hitam putih kalau tidak salah. kenapa ndak dibuat lagi dengan teknologi terkini ya mas? phew, pasti luar biasa deh.

mas oskar, ayo nonton...gak bakalan nyesel deh...