1.21.2010

score this design to be printed, please... thank you

red things - Threadless T-shirts, Nude No More

are this design cool enough to be printed?

 - Threadless, Best T-shirts Ever

10.22.2009

Never missplaced a pass for 2 years!!!

Nils Liedholm (8 October 1922 – 5 November 2007)[1] was a Swedish football midfielder and coach, famous for being part of Sweden's "Gre-No-Li" trio of strikers along with Gunnar Gren and Gunnar Nordahl at A.C. Milan and the Swedish national team. As a coach, he was in charge of several teams in Italy, managing for nearly four decades. At the end of the 20th century Liedholm was voted the best Swedish player of the millennium by the readers of Swedens largest newspaper Aftonbladet.

Liedholm joined his first club, IK Sleipner in 1942. In 1946, he joined IFK Norrköping, a bigger Swedish club with whom he won two Swedish league titles. During his time with Norrköping, he also earned 18 caps for the Swedish national team, winning the gold medal at the 1948 Summer Olympics. This eventually gave him the chance to join Milan in 1949. He made his Serie A debut on 11 September 1949 in a 3–1 win against Sampdoria. In his first season with Milan, the midfielder played 37 games and scored 18 goals. In 1951, Liedholm won the first of his four scudetto titles. Another three titles followed in 1955, 1957 and 1959. A player with a club that was having the best spell of its life up to that point, Liedholm also won the Latin Cup in 1951 and 1956 and was Captain of Milan in the 1958 European Cup Final against Real Madrid, losing 2–3 (after extra time). It is said that Real Madrid great Alfredo Di Stefano who, felt despite victory knew it was a match Milan could have won. Asking Liedholm to join him on a lap of victory, Liedholm said to him "Keep it. That wont matter. The only thing that will be remembered from this match down the years is that Real Madrid won".

Famous for his passing abilities, Liedholm was the creator of many of Gunnar Nordahl's goals. Nordahl still has the scoring record in Serie A with 225 goals in 257 games. According to legend, it took two years playing for Milan until Liedholm misplaced his first pass at the San Siro, the rarity prompting a five-minute ovation from the home crowd.

Liedholm was also one of the first players to realise the importance of fitness to a good performance. Consequently, he put in many more hours of training than other players, saying himself that he did the 100 metres, 3000 metres, javelin, shot put and high jump twice a week[3]. His club career would continue until he was almost 40.

Having helped Sweden win the gold medal in the 1948 Olympic tournament, Liedholm was the captain of the national squad at the 1958 World Cup, celebrated in his home country. Aged almost 36, he helped Sweden to reach the World Cup final, where the team lost out to a Brazil side that included Didi and 17-year old Pelé. Liedholm scored the opening goal of the final, which makes him the oldest player to score in a World Cup Final; however, Brazil came back and won the match 5–2.

After he retired from playing, Liedholm enjoyed some time in the backrooms at Milan, before getting promotion for both Verona and then Varese. This brought him to the attention of Fiorentina and then Milan, where he finally took control of the first team. He guided them to their tenth league title in 1979 before moving on to become the manager of Roma. Leading talents such as Paulo Roberto Falcão and Bruno Conti, he took them to their second league title ever in 1983 using the zonal marking system, which was unusual in Italy at the time. A year later, his Roma side lost on penalties to Liverpool in the European Cup Final. He also won the Coppa Italia three times with Roma, in 1981, 1983 and 1984.

As well as saying that the modern game is much more frantic and fast-paced than when he was involved, Liedholm, always a professional, also observed that "they [players] do not do much to avoid fouling players... It is too easy to stop a player by fouling him. Proper training teaches you how to win the ball without committing a foul, which is much more difficult.[3]

After leaving the game (but still living in Italy), Liedholm ran a vineyard for a while together with his son Carlo. He died on 5 November 2007 in his home in Cuccaro Monferrato, Province of Alessandria.

Dibalik audisi menteri RI 2009

Hapus Nila Moeloek, SBY Dinilai Tertekan

Ketua Komisi Kesehatan DPR Ribka Tjiptaning menilai ada faktor x dibelakang pemilihan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menkes. Ribka menduga isu kegagalan Nila Moeloek melewati tes kesehatan hanya mengada-ada.

"Jangan-jangan memang sengaja dihapuskan untuk mengganti dengan ibu Endang
karena tekanan yang lain. Isu ini (Nila gagal tes kesehatan) ditiupkan sengaja untuk mengganti Nila dengan Endang," kata Ribka saat dihubungi detikcom melalui telepon, Jumat (23/10/2009).

Ribka heran mengapa Moeloek dinyatakan tidak lolos tes kesehatan. Sepengetahuannya, Nila orang yang sehat dan energik. Ribka justru bingung mengapa SBY memilih menteri yang belum di test.

"Masak belum ikut fit proper test dan tes kesehatan kok diambil jadi menteri,
SBY melanggar persyaratan yang ditetapkannya sendiri. Saya dengar ada enam orang yang tidak lolos
kesehatan kok yang tidak diambil hanya satu," keluh Ribka.

Tibka menganggap tindakan SBY sudah mempermalukan Nila. Jaln satu-satunya adalah memperjelas status Nila, menerangkan persyaratan apa yang gagal ditempuhnya.

"Ternyata harus ada yang dikorbankan, ga jadi menteri malah dapatnya malu.
Pelecehan nama dokter itu tidak bisa dibayar dengan uang sekalipun," kritik Ribka.

"SBY sebagai Presiden terpilih harus menjelaskan. Tidak bisa seperti sekarang
ini, kasian Ibu Nila," lanjutnya.

Jika tidak, Ribka menilai masyarakat akan menjadi bingung membaca pilihan SBY. "Aku bilang ini kabinet SBY yang akrobatik. Katanya lebih transparan harus demokratis, harus adil, tapi transparan-adilnya itu bagi siapa? " tandasnya.

7.08.2009

PEMILU 2009: Mengapa harus menang?

Matahari mulai tenggelam sore ini. Saat menutup jendela rumah waktu sudah menunjukkan pukul 17.45. Setelah membuat teh manis, kembali saya menyalakan pesawat televisi. Hampir seharian ini mata saya tertuju kepada layar televisi karena ingin menjadi saksi sejarah Indonesia. Ya, hari ini, 8 Juli 2009 adalah sejarah kebangkitan demokrasi Indonesia. Pemilihan presiden dilakukan secara langsung oleh masyarakat Indonesia. Banyak sekali kejadian menarik pada pemilihan presiden kali ini. Sejak diakuinya pemilu LUBER JURDIL [langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil] oleh dunia internasional 5 tahun lalu, ada kemajuan walaupun tidak signifikan pada pemilu tahun ini. Memang banyak kekurangan juga, seperti adanya kisruh sehari menjelang pemilu di DPT, sampai ketentuan boleh digunakannya KTP untuk memilih bagi warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih, menandakan kekurangsiapan KPU kali ini. Semoga menjadi pelajaran berharga untuk lebih sigap dalam merencanakan dan bertindak di masa yang akan datang.

Ada 2 elemen penting yang menarik perhatian pada PEMILU kali ini, yaitu pemanfaatan media [cetak maupun elektronik] yang digarap sangat serius, sebagai sinyalemen bahwa tim sukses kandidat presiden faham betul menggunakan kekuatan media dan dampaknya untuk menarik massa.

Elemen penting berikutnya adalah diadakannya debat capres dan cawapres di media televisi. Luar biasa, dengan adanya debat ini maka masyarakat semakin mengenal dan dapat menilai siapa yang akan dipilih sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan oleh capres/cawapres. Walaupun masih jauh jika dibandingkan dengan debat capres di Amerika yang lebih kritis dan detail, namun ini adalah langkah awal menuju makna demokrasi yang sesungguhnya.

Selamat kepada SBY dan Boediono yang terpilih sebagai presiden Indonesia 2009-2014, yang dipilih oleh masyarakat Indonesia karena [mungkin] visi misi dan program kerjanya dianggap yang paling tepat oleh masyarakat Indonesia untuk diterapkan selama 5 tahun kedepan. 2 Kandidat lainnya, Megawati dan Jusuf Kalla, tentu saja bukan merupakan calon presiden yang KALAH pada PEMILU kali ini, hanya saja [mungkin] menurut masyarakat Indonesia visi misi dan program kerjanya belum sesuai untuk dilaksanakan untuk 5 tahun kedepan, atau mungkin saja menurut sebagian besar masyarakat Indonesia, SBY perlu menuntaskan program yang sudah dibangun selama beberapa tahun lagi.

Selamat datang era baru demokrasi Indonesia, semoga lebih transparan sehingga dapat diperdebatkan untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan dan makna demokrasi... Asal jangan debat kusir saja.

9.03.2008

Dear Po, what a GREAT day?

Take your time to think, it is a source of power
Take your time to play, it is a secret of young age
Take your time to pray, it is a source of peaceful
Take your time to learn, it is a source of wisdom
Take your time to love and be loved, it’s a special gift from God
Take your time to make friends, it is a way to happiness
Take your time to laugh, it’s the music of your heart
Take your time to give, it’s make life meaningful
Take your time to work, it’s a value of success

Happy Birthday, Po..
There's no accident, right??

Love You..

"thanks Tigressku...hiks..the best greet i ever had...love u"

7.30.2008

sabarlah

"Jika sebuah tali itu sudah sangat mengencang,itu tandanya akan putus. Jika malam sudah gelap gulita,itu tandanya bahwa kegelapan akan segera lenyap. Jika sebuah masalah itu sudah sangat menghimpit, itu tandanya akan ada jalan keluar. Dan sesungguhnya satu kesulitan itu tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan. Tidak usah takut dengan kesulitan. Sebab, kesulitan akan menguatkan hati, membuatmu bisa merasakan nikmatnya sehat, membulatkan tekad, mengangkat kedudukan dan memunculkan kesabaranmu"~~ (DR.’Aidh Al-Qarni)

"untuk Tigress dan Po, bulatkan tekad teguhkan hati taklukan dunia!!!jangan lupa dengarkan At War With The Mystics.."

4.28.2008

Jum'at Sabtu Minggu, Itu Nama-Nama Hari

Senin, 21 April 2008|17.25 WIB:
Azdy:"Bapak, nanti malam pulang?"

Bapak:"Lho, kan baru hari ini bapak perginya. bapak pulang Jum'at, Dul..."
Azdy:"Jum'at itu besok?"
Bapak:"Besok Selasa, Dul"
Azdy:"ooh..masih lama ya.."
Bapak:"Iya. sekarang kamu makan, trus nanti seka, trus bobo ya..."
Azdy:"Iya deh... dadaah..."

Selasa, 22 April 2008|20.45 WIB:
Bapak:"Lho, Azdy belon bobo?"
Azdy:"Belon...mau maen game, pak."
Bapak:"Kan maen gamenya Sabtu, pulang sekolah..."
Azdy:"Kalau bapak pulang?"
Bapak:"Iya.."
Azdy:"Kan bapak pulangnya Jum'at?"
Bapak:"Yaa, sabtu kan abis hari jum'at..."

Azdy:"Kalo Sabtu bapak gak kerja kan?"
Bapak:"Nggak, kan mau maen game ama Azdy, pulang Azdy sekolah."
Azdy:"Udah ya, dadaah..." KLIK..telepon ditutup

Rabu, 23 April 2008|17.55 WIB:
Azdy:"Bapak, tadi Azdy dibeliin es krim sama yangkung.."
Bapak:"Waduh, enak dong..."

Azdy:"Iya, tapi udah abis. maaf ya, bapak ga dikasih. Nanti aja kalo bapak pulang kita beli es krim ya kalo Azdynya gak sakit.."
Bapak:"Okay Dul..."

Kamis, 24 April 2008|16.58 WIB:
Azdy:"Bapak pulang nanti malem?"

Bapak:"Ini kan kamis, abis kamis hari apa coba?"
Azdy:"Selasaaaaa"
Bapak:"Coba Azdy nyaniin lagu nama-nama hari, dah bisa kan?"
Azdy:"Senin, Selasaa... Rabu, Kamis... Jum'at Sabtu Minggu itu nama-nama hari... bisa kan Azdy? pinter ya Azdy..."

Bapak:"Iya dong pinter...nah, Bapak kan pulangnya Jum'at. Tadi di lagu itu, abis kamis
hari apa? berartiii.... bapak kapan pulangnya cobaa?"
Azdy:"Abis kamiiis.... SENIIIIIIN.... jadi bapak gak kesini, kan besok kerja ke bogor..." gedubrak..suara telepon tergantung kena tembok, kedengeran langkah kaki Azdy yang berlari ga tau kemana... hihi...
besok malem, Sabtu dan Minggu adalah hari kita ya, Dul. Kita bikin semua orang didunia ini ngontrak...Karena dunia milik kita berdua. 3 hari yang berkualitas, seperti biasanya ya Dul... love u, Azdy...

4.24.2008

matematikaHidup...hidupMatematika...

kata Tisa di blognya: "artikel ini saya temuin di buletin post di frenster dari temen saya namanya ressy, cukup menarik dan bagus, makannya saya up load di sini, silahkan baca dan nikmati teman-teman..."
Nah, kalo saya copy paste artikel ini dari Tisa...hehe..

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn't it?

And look at this symmetry:
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111=12345678987654321


Now, take a look at this...


101%

From a strictly mathematical
viewpoint:

What Equals 100%?
What does it mean to give MORE than
100%?

Ever wonder about those people who say
they are giving more than 100%?


We have all been in situations where
someone wants you to
GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?


What equals 100% in life?


Here's a little mathematical formula
that might help
answer these questions:


If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z


Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.


If:


H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+ 15+18+11 = 98%


And:


K-N-O-W-L-E- D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%


But:


A-T-T-I-T-U- D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%



THEN, look how far the love of God
will take you:


L-O-V-E-O-F- G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with
mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get
you close, and Attitude will
get you there, It's the Love of God
that will put you over the top!

4.21.2008

Antara Azdy, Dede dan tipi


Azdy: "bapaa... udahan yu nonton tipinya, kita maen otopet.."
Bapa: "haa? bukan tipi Dul (panggilan sayang buat Azdy), tapi tivi.."
Azdy: "Tipiiiii..... kata bi Dede juga tipi kok.."

Dede, yang ngasuh dan nemenin Azdy dari umur beberapa bulan ampe sekarang, langsung gw panggil.

Bapa: "Deee..."
Dede: "Iya paak.. nanti Dede ke Griya(toko dideket rumah), abis
nyebor(nyiram-bahasa sunda) tanaman ya.."

heee?? Dede jadi paranormal gitu? perasaan gw belon minta tolong apapun, baru manggil namanya aja..


Bapa: "hee? emang mau ngapain ke griya? saya mah ga nyuruh ke griya.."

Dede: "Yeey,
lupaeun bapa mah, kan kemaren minta beliin rokok..."
Bapa: "??? kemaren? da saya mah ga ngerokok kemaren mah.."

Dede: "Iya kan ngga ngerokok, da Dede belum beli rokoknya juga.."


Lieur...
ini gw yang autis atau salah satu ada yang keras kepala ya? tau ah...

Bapa: "Ya udah, nanti aja beli rokoknya, saya belum mau ngerokok... Sekarang kesini dulu.."
Dede: "Lho, Dede kan udah disini?"

Halaah...keasyikan ngetik blog ini sampe ga nyadar kalo Dede udah disini. Tapi gw gak salah-salah amat kok, daritadi juga emang belon ada ceritanya kalo Dede udah disini. Coba aja baca lagi keatas... belon disini kan? tapi biarin aja deh, anggap aja Dede udah ada disini.

Bapa: "Gini De, kalau ngajarin Azdy, ajarin yang bener ya... huruf V jangan dituker sama huruf P"
Dede: "Enggak kok pa, Dede juga ngajarinnya bener... huruf pi mah enggak dituker sama huruf pe.."
Bapa: "Itu tadi, Azdy kok bilang tv jadi tipi... ajarinnya tivi(tv) dong De.."
Dede: "Dede juga bilangnya tipi kok pak, bukan tipi.."
Bapa: "Tuh kan, tipi..."
Dede: "Enggak, tipi pak...bener..."
Bapa: "Coba, sekarang Dede bilang tipi.."
Dede: "TIPI..."
Bapa: "Sekarang, Dede bilang tii..viii..."
Dede: "TIIIII....PIIIIIIIIII..."