3.13.2008

Lazy the Octopus, part 1


Puteri Duyung emang ngangenin. Dimana aja dia berada, selalu memancarkan aura positif kemana-mana. Gak heran kalo banyak banget biota di samudera kagum dan cinta ama dia. Salah satunya adalah seonggok 'lazy' octopus di dasar samudera. Lazy adalah octopus pemalas dan rendah diri. Dia selalu merasa sebagai kasta octopus terendah diantara octopus-octopus lain. *Jangan gitu doong octopus,hiks*.

Lazy seneng banget kalo lagi hangout sama Puteri Duyung. Dia bisa lupa ama segala kekurangannya. Pokoknya buat Lazy, puteri duyung adalah segalanya. Lazy merasa jadi satu-satunya octopus yang punya 'skeleton', yang bisa berdiri menantang badai sampai ke permukaan samudera. Lazy jatuh cinta sama Puteri Duyung. Tapi dia gak bisa ngungkapin dan nunjukkin perasaannya itu. Lazy takut ngerusak hubungannya sama Puteri Duyung. Dia takut Puteri Duyung muntah dan menjauh. Karena menurut Lazy, Persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, mata menangis. Saat mata menangis, tangan menghapusnya... Tapi kalau dibumbui cinta?...

Dua Tahun kemudian, Poseidon menawarkan Puteri Duyung untuk berubah menjadi manusia. Poseidon bilang,"kamu terlalu cerdas untuk berada dimari. Kamu bisa menaklukkan dunia kalo jadi manusia. Percaya deh sama Aku. Kamu dilahirkan untuk menjadi pencipta."

Puteri Duyung sangat gembira. Seluruh penghuni samudera juga senang. Mereka spontan ngadain pesta meriah. Meriah sekali. 7 hari 7 malem. Lazy juga ada. Dia bangga banget dan terharu. Tapi dia ngerasa agak pilu, takut dilupain Puteri Duyung karena intensitas ketemu juga udah pasti jadi berkurang. Handphone juga Lazy gak suka, soalnya kalo lewat handphone, berasa ngobrol ama tembok katanya, gak bisa liat mimik muka. Ada-ada aja ya.

Akhirnya Puteri Duyung dijemput ama eyang gajah, temennya Poseidon. Lazy ngeliatin aja dari balik karang "selamat yaa, puteri duyung. Semoga kamu bahagia jadi manusia..."

i love you... gumam Lazy pelaaaan banget. Saking pelannya gak ada yang bisa denger... air laut aja sempet berhenti mengalir dan nanya,"apa Laz?.." "hah? engga ko, ga ngomong apa-apa"kata Lazy. Air laut pun mengalir kembali...

(bersambung...)

1 komentar:

Koen Setyawan mengatakan...

Cerita yang menarik. Kenapa nggak dibukukan?